Selasa, 17 Maret 2009

Bagian Terpenting Dari Tubuhmu


Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.


"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting." Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu. Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

Read More...

Cekikik


Cerita 01
Al Ashma'i berkata kepada seorang anak, " Hai bocah, maukah kamu diberi uang seratus ribu dinar sedang kau menjadi seorang yang tolol?"
Anak itu menjawab, "Tidak!"
"Mengapa?" tanya Ashma'i.


Dengan tenang anak menjawab, "Saya takut tolol, karena ketololan itu dapat membawa kepada kejahatan, dan akhirnya saya kehilangan seratus ribu dinar itu, sedang sifat tolol tetap saya sandang".

Cerita 02
Seorang ayah yang lain, menyuruh anaknya membeli tali untuk sumurnya sepanjang 20 hasta. Ditengah jalan ia kembali dan bertanya kepada ayahnya, "Ayah, panjang tali itu 20 hasta, lalu lebarnya berapa?"
Dengan kesal dan gusar si ayah menjawab, "Selebar musibah saya mempunyai anak seperti engkau"

Kita termasuk orang tua yang mempunyai anak yang seperti mana ya?????

Read More...

Senin, 16 Maret 2009

Bersyukur dan Bersabar


Hingga saat ini saya merasa bahwa belumlah menjadi suami dan bapak yang ideal. Berbagai upaya saya lakukan untuk menuju kesempurnaan sebagai suami dan bapak bagi anak-anak saya. Berbagai buku dan seminar yang berkaitan dengan tema suami atau menjadi orang tua teladan telah saya ikuti.


Saya juga mendatangi orang-orang yang katanya hebat dalam urusan ini. Bahkan saya pernah cuti khusus untuk mengikuti seseorang yang kabarnya berhasil menjadi orang tua. Semua perilaku hidupnya saya amati. Banyak pelajaran yang saya petik dari guru kehidupan saya tersebut.
Pengalaman menarik ketika saya mendatangi seseorang di Bekasi untuk berdiskusi tentang keluarga ideal. Setelah sekian lama berdiskusi akhirnya saya pamit pulang. Ketika saya menjabat tangannya untuk pamitan dia mengatkan “selamat keluarga anda adalah ahli surga,” langsung saya jawab, “dari mana Anda tahu kami keluarga ahli surga?” “Ciri keluarga ahli surga adalah bersyukur dan bersabar,” jawab sahabat saya.
Segera saya timpali, “darimana Anda tahu kami keluarga yang bersyukur dan bersabar”. Dengan cepat dia jawab, “Mas Jamil (hehehe) bersyukur karena mendapat istri yang hebat. Semantera istri mas Jamil bersabar dapat mas Jamil”. Kami tertawa, dan rasanya sahabat saya benar. Saya memang benar-benar bersyukur mendapatkan istri saya dan semoga dia bersabar mendampingi saya.

Read More...

Guyon Maz



Bagian 1
Ketika Pak Anton baru pulang dari kantor, segera disambut anaknya.

“Ayah, tadi ada tamu mencari Ayah. Katanya, Ayah dengan dia pernah sama-sama satu kelas di SD.”

“Bagaimana ciri-cirinya orang itu?”



“Gemuk, botak, dan berkumis.”

“Mustahil, di kelas Ayah dulu, tidak pernah ada orang macam itu. Yang gemuk ada, tetapi yang botak dan berkumis nggak ada!”


Bagian 2
Suatu pagi di sebuah kelas Sekolah Menengah Umum.

Siswa : “Pak, mau nanya. Undergound itu apa, Pak?”

Guru : “Underground itu artinya bawah tanah, Nak. Tumben kamu tanya, ada apa nak?”

Siswa : “Gak kok pak, bingung saja kok ada istilah itu…”

Siswa : “Kalau musik underground itu apa pak?”

Guru : “Itu artinya musik bawah tanah nak. Pokoknya undergound itu untuk menggambarkan segala sesuatu yang bersifat di bawah tanah atau tidak kelihatan”

Siswa : “Berarti ubi itu tanaman yang umbinya juga underground ya, Pak?”


Bagian 3
Seorang wanita yang sangat gemuk pergi ke dokter.

Wanita: “Dok, obat apa yang harus saya minum agar bisa kurus?”

Dokter: “Oh, anda tidak perlu minum obat, cukup geleng-geleng kepala saja!”

Wanita: “Kapan saya harus geleng-geleng kepala dok? Pagi, siang, sore, atau malam?”

Dokter: “Cukup ketika ada orang yang menawari makan saja!”

Read More...

Jumat, 13 Maret 2009

Jangan Jadi Orang Konsisten


Pak Jamil bercerita;
Saya sering mendapat pelajaran untuk konsisten mengerjakan sesuatu. Tetapi saya dapat pelajaran lain dari orang tua angkat saya. Orang yang sangat saya hormati itu bernama Houtman Z Arifin (HZA). Dia memang bukan orang tua kandung saya. Tetapi dia seperti orang tua saya sendiri. Dia mengajarkan kepada saya agar tidak konsisten.


HZA memulai bekerja dengan menjadi office boy (OB) di city bank. Setelah 19 tahun mengabdi di city bank dia menjadi vice president (VP) di perusahaan multinasional itu. Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB. Hingga suatu saat temannya protes kepada HZA, “Houtman kamu payah. Kamu gak konsisten. Kita nich konsisten…konsisten jadi OB” mereka tertawa bersama.
Kita memang seharusnya tidak menjadi orang yang konsisten. Bukankah orang bijak pernah mengatakan “Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin berarti dia merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan hari kemarin dia celaka. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin dialah orang yang beruntung.” Kalau konsisten berarti kita rugi khan?
Supaya hidup kita beruntung berarti setiap hari kulaitas hidup kita harus meningkat walau hanya 1%. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Walau hanya 1% melakukan peningkatan hidup per hari, tapi bila dilakukan satu tahun akan menjadi 365%. Artinya kualitas hidup Anda seharusnya setiap tahun meningkat 365%. Tapi kalau Anda konsisten maka Anda akan menjadi orang yang sama kualitas hidupnya dibandingkan tahun lalu. Berarti Anda menjadi kelompok orang-orang yang merugi.
Nah, sekarang sudah hampir dipenghujung tahun 2008. Coba Anda merenung sejenak. Apakah kehidupan Anda hari ini masih sama dengan tahun lalu? Apakah prestasi Anda sama dengan tahun lalu? Apakah perhatian Anda kepada pasangan hidup Anda sama dengan tahun lalu? Apakah hutang Anda besarnya masih sama dengan tahun lalu? Apakah sahabat Anda juga masih saman dengan tahun lalu? Kalau masih sama berarti Anda menjadi orang yang rugi karena Anda masih konsisten.
Jadi mulai hari ini, Jangan Jadi Orang Konsisten karena akan membuat hidup Anda Merugi. Rencanakan tahun 2009, buatlah target-target yang membuat kehidupan Anda tidak konsisten seperti tahun 2008. Target yang Anda buat harus menunjukkan peningkatan bahkan bila perlu lompatan nilai bila dibandingkan tahun 2008. Selamat menyusun Target 2009.

Read More...